Review Once Human: Game Survival dengan Konsep Unik, tapi Masih Perlu Banyak Perbaikan
"Once Human" adalah game survival baru yang mencoba menawarkan sesuatu yang segar dalam genre yang sudah ramai. Game ini menggabungkan unsur-unsur survival, crafting, dan pertempuran dalam dunia open-world yang dipenuhi monster. Dengan konsep menarik dan grafis yang cukup memukau, "Once Human" tampaknya ingin menantang game-game survival yang sudah mapan seperti Rust dan DayZ. Tapi apakah game ini berhasil menonjol di antara yang lain? Yuk, kita bahas lebih dalam!
Dunia Post-Apokaliptik yang Penuh Misteri
Once Human membawa kita ke dunia yang telah hancur setelah kejatuhan peradaban manusia. Dunia ini dipenuhi dengan makhluk aneh dan monster yang menakutkan. Dari desain dunia dan atmosfernya, game ini berhasil menghadirkan suasana yang mencekam dan misterius. Kamu akan menemukan bangunan-bangunan terbengkalai, kota-kota yang dilupakan, dan daerah pedesaan yang ditinggalkan, semuanya menambah kesan dunia yang penuh bahaya dan kegelapan.
Namun, meskipun dunia yang dibangun cukup menarik, ada beberapa masalah teknis yang cukup mengganggu. Beberapa bagian dunia terasa kosong dan kurang hidup, serta bug dan glitch grafis yang kadang mengganggu pengalaman bermain. Untuk game dengan ambisi sebesar ini, perbaikan di sisi teknis menjadi hal yang sangat penting.
Sistem Pertarungan: Antara Seru dan Kurang Polesan
Pertarungan di Once Human menawarkan kombinasi antara pertempuran jarak dekat dan jarak jauh dengan mekanika shooter. Saat kamu melawan monster atau musuh lainnya, kamu akan menggunakan berbagai senjata, mulai dari senapan hingga senjata jarak dekat seperti pisau dan tongkat. Pertarungan terasa cukup menegangkan, terutama ketika kamu menghadapi gerombolan musuh yang tiba-tiba muncul dari balik kegelapan.
Namun, sayangnya, sistem pertarungan ini terasa agak kaku dan tidak sehalus game shooter lainnya. Kontrol kadang kurang responsif, dan animasi serangan serta reaksi musuh sering kali terasa aneh. Game ini juga kurang dalam hal variasi musuh, yang membuat pertempuran jadi agak monoton setelah beberapa jam bermain.
Survival dan Crafting: Banyak Potensi, Tapi Butuh Peningkatan
Sebagai game survival, Once Human memiliki elemen crafting dan gathering yang cukup standar. Kamu bisa mengumpulkan sumber daya dari lingkungan sekitar, seperti kayu, batu, dan logam, untuk membuat senjata, peralatan, dan tempat berlindung. Sistem crafting-nya cukup dalam, dengan banyak opsi yang tersedia untuk menciptakan berbagai macam barang.
Namun, proses grinding untuk mendapatkan sumber daya terasa terlalu repetitif dan bisa menjadi membosankan. Setelah beberapa jam bermain, kamu mungkin merasa seperti melakukan hal yang sama berulang kali. Pengembangan lebih lanjut dalam sistem crafting dan penambahan aktivitas menarik bisa membuat game ini lebih menyenangkan dan tidak membosankan.
Mode Multiplayer: Kerja Sama atau Bertarung dengan Pemain Lain
Salah satu aspek menarik dari Once Human adalah mode multiplayer-nya yang memungkinkan pemain untuk bekerja sama atau bertarung satu sama lain. Kamu bisa bergabung dengan teman-teman untuk bertahan hidup bersama, membangun basis, dan melawan monster. Atau, kamu bisa menjadi lone wolf yang mencari musuh untuk dijarah.
Namun, masalah yang muncul adalah pada balancing. Beberapa pemain melaporkan bahwa ada masalah ketidakseimbangan antara pemain yang sudah lebih dulu menguasai game dengan mereka yang baru mulai. Ini membuat pengalaman multiplayer bisa terasa tidak adil bagi pemain baru, terutama saat harus berhadapan dengan pemain yang lebih berpengalaman dan memiliki perlengkapan yang lebih baik.
Potensi yang Belum Tercapai
Secara keseluruhan, Once Human punya potensi besar untuk menjadi game survival yang unik dan menarik. Dunia yang luas dan menantang, sistem crafting yang mendalam, dan mode multiplayer yang dinamis semuanya memberikan pondasi yang kuat. Namun, masih ada banyak ruang untuk perbaikan, terutama dalam hal teknis, sistem pertarungan, dan variasi konten.
Jika developer bisa mendengarkan feedback dari komunitas dan bekerja keras untuk memperbaiki masalah-masalah yang ada, "Once Human" bisa berkembang menjadi game yang sangat layak dimainkan. Tapi, untuk saat ini, game ini masih terasa seperti "work in progress" yang butuh lebih banyak penyempurnaan.
Kesimpulan: Apakah Once Human Layak Dicoba?
Jika kamu penggemar berat game survival dan tidak keberatan dengan beberapa kekurangan di tahap awal pengembangan, "Once Human" bisa jadi game yang menarik untuk kamu coba. Tapi, jika kamu mencari pengalaman yang lebih matang dan stabil, mungkin sebaiknya menunggu beberapa pembaruan besar sebelum benar-benar mendalami game ini.
Jadi, bagaimana menurut kamu tentang "Once Human"? Apakah game ini punya potensi menjadi salah satu game survival terbaik di masa depan? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar di bawah!

Belum ada Komentar untuk "Review Once Human: Game Survival dengan Konsep Unik, tapi Masih Perlu Banyak Perbaikan"
Posting Komentar